Etika seks dan posisi hubungan seks.
Dalam syariat Islam ada beberapa yang dimakruhkan :
Membelakangi kiblat. Sabda Rasulullah saw “Jangan menyetubuhi istrimu di atas perahu (ketika berlayar) dan menghadap atau membelakangi kiblat”.
Bersetubuh sambil berdiri. Sabda Rasulullah saw “Jangan menyetubuhi istrimu dalam keadaan berdiri, karena itu adalah perbuatan keledai. Dan jika (persetubuhan itu) dianugrahi anak, maka ia akan sering kencing di kasur seperti keledai yang sering kencing disembarang tempat”.
Berbicara ketika bersetubuh. Sabda Rasulullah saw “Jangan engkau berbicara ketika bersetubuh, sesungguhnya jika persetubuhan itu terjadi atau dianugrahi anak, maka ia akan menjadi bisu”.
Membayangkan wanita lain ketika bersetubuh. Sabda Rasulullah saw “Jangan menyetubuhi istrimu dengan membayangkan wanita lain, sesungguhnya aku takut jika dari persetubuhan itu kalian dianugrahi anak, maka dia akan menjadi banci, berlaku seperti perempuan, dan gila”.
‘Azl (coitus interuptus), kecuali dengan izin istri. Senggama terputus, yaitu mencabut penis saat akan ejekulasi, boleh dilakukan dengan seijin istri.
Bersetubuh dalam keadaan junub, setelah mimpi basah. Sabda Rasulullah saw “Tidak dibenarkan bagi seorang laki-laki untuk menyetubuhi istrinya setelah ia mimpi basah (ihtilam) hingga ia mandi terlebih dahulu, jika dalam hubungan tersebut terlahirkan anak akan gila, jangan menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri”.
Seks oral :
Seks oral adalah melakukan kontak seks dengan menggunakan mulut, yang biasa dilakukan saat foreplay atau perangsangan, diperbolehkan dalam Islam dengan syarat tidak menyakiti dan menelan mani atau air kencingnya.
Seks anal :
Seks anal adalah menyetubuhi istri dari duburnya (anus). “Baik menyetubuhi dari arah depan maupun belakang (tidak masalah), asalkan pada kemaluannya (bukan pada duburnya)”. (HR.Bukhari dan Muslim).
Masturbasi :
Masturbasi adalah perangsang oleh seseorang terhadap dirinya hingga ia orgasme. Sabda Rasulullah saw “Orang yang menikah dengan tangannya (melakukan masturbasi) dikutuk”.
Seks ketika menstruasi.
“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran’, oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang menyucikan diri”.(QS.Al-Baqarah:222).
Kemesraan.
Kemesraan adalah upaya suami istri untuk menunjukkan perasaan saling kasih sayang dalam bentuk verbal dan non verbal. Kemesraan verbal adalah panggilan sayang dan indah untuk pasangan kita. Kemesraan non verbal adalah sentuhan belaian dan bahasa tubuh penuh kelembutan. Disarankanmemberikan wangi-wangian pada aurat, menjaga bau mulut. Boleh mandi bersama, membelai istri, dan menciumnya. Saling membersihkan alat vital setelah melakukan senggama, seorang istri membersihkan kemaluan suami ataupun sebaliknya.
Orgasme.Ereksi pada laki-laki tanpa disusul ejekulasi selama 5-10 menit, sedangkan pada wanita dapat mencapai 10-20 menit, agar mendapatkan orgasme bersamaan maka laki-laki bisa membuat jeda waktu dengan diselingi istirahat dengan gerakan turun-naik perlahan-lahan, mengalihkan konsentrasi pikiran ke lainnya misalnya masalah pekerjaan, menahan napas udara yang terkumpul di dalam perut menyebabkan buah zakar mengembung menjadi semakin keras sehingga menunda air mani keluar, hal-hal diatas membuat pasangan suami istri mencapai orgasme bersamaan.
Mandi janabat.
Mandi janabat adalah mandi yang dilakukan usai melakukan hubungan intim suami istri. Hukumnya wajib sebelum tidur atau sebelum tidur melakukan wudhu seperti hendak melakukan shalat.
Seks adalah fitrah manusia, dan merupakan kesempurnaan kita dalam beribadah.
